Long Weekend Ke Bali? Jangan Lupa Cobain 10 Kuliner Ini!

Photo Credit: trevallog
Photo Credit: trevallog
Bali memang dikenal dengan kulinernya yang nikmat sekaligus eksotis. Kamu harus coba ya!

Seperti halnya seorang Elizabeth Gilbert yang berkelana jauh ke Bali hanya untuk mencari keseimbangan hidup, kamu juga bisa mendapatkan hal serupa tanpa harus terbang jutaan mil sebab Bali adalah milik negara kita sendiri—negara yang gemah ripah loh jinawi. Bali merupakan destinasi wisata paling populer di Indonesia bahkan pernah menyabet gelar sebagai Pulau Terindah Dunia tahun 2015 versi pembaca majalah pariwisata Condé Nast Traveler di Moskow, Rusia mengalahkan Phuket, Maladewa, Santorini, dan Sri Lanka. Saking terkenalnya, penduduk di luar negeri menyangka Bali adalah negara yang berdiri sendiri dan Indonesia merupakan bagian dari ‘Negara Bali’. Tak hanya menyimpan keindahan alam bak surga dunia, Bali juga kaya akan keragaman budaya, adat, spiritual, serta kuliner yang nikmat dengan cita rasa dan tampilan eksotis. Nah, bagi kamu yang akan berkunjung ke Bali untuk menghabiskan long weekend, jangan lupa cobain 10 kuliner ini ya!

1. Bebek Betutu

Photo Credit: SBS
Photo Credit: SBS

Masyarakat Bali sangat paham cara mengolah bebek dengan benar dan menjadikannya sajian berkelas hotel bintang lima. Bebek betutu khas Bali sangat terkenal hingga mempunyai banyak penggemar yang tak hanya orang lokal, tapi juga turis mancanegara. Bebek betutu biasanya dibuat dari bebek yang dilumuri bumbu rahasia lalu dibungkus daun pisang serta pelepah pinang. Kemudian, bebek ditanam dalam tanah dan dipanaskan dengan bara api selama 7 jam. Proses memasak dengan metode slow cooking menjadikan daging bebek tak hanya tender, tapi juga juicy dengan rempah khas Bali yang merasuk sempurna. Bebek betutu banyak disajikan di hotel-hotel bintang lima atau sebagai pelengkap upacara keagamaan.

2. Sate Lilit

Photo Credit: Resep Hari Ini
Photo Credit: Resep Hari Ini

Terbuat dari daging yang dihaluskan lalu dicampur bumbu khas Bali, kemudian dililitkan menyerupai gumpalan pada batang serai atau tangkai bambu agar menambah aroma wangi dan sedap. Semula sate lilit menggunakan daging babi, ayam, dan sapi. Namun justru yang jadi primadona adalah daging ikan tenggiri ataupun tuna. Aroma kunyit dan serai yang dominan menjadi pemikat untuk mencicipi sajian ini. Rasanya sangat empuk, pedas, dan unik. Cocok dinikmati bersama sambal matah khas Bali.

3. Nasi Jinggo

Photo Credit: B-Kyu
Photo Credit: B-Kyu

Nasi jinggo sering disebut ‘nasi kucing’ khas Bali meskipun keduanya mempunyai ciri khas tersendiri. Berbungkus daun pisang, berisi nasi beserta lauk ayam suwir pedas, serundeng, mie dan sambal. Harganya murah meriah, cukup 5000 rupiah saja. Disebut “jinggo” atau “jenggo” karena berasal dari bahasa Hokkien yakni jeng go yang berarti seribu lima ratus—harga nasi jinggo sebelum krisis moneter tahun 1997. Nasi jinggo kerap dijadikan kuliner malam pengganjal lapar. Tapi agar kenyang maksimal, disarankan tak hanya membeli seporsi saja.

4. Rujak Kuah Pindang

Photo Credit: Inovasee
Photo Credit: Inovasee

Indonesia memang terkenal dengan kuliner pedasnya, salah satunya adalah rujak. Sama halnya dengan kuliner lain, rujak juga mempunyai beragam versi dan penamaan menurut daerah asalnya. Adalah rujak kuah pindang khas Bali yang begitu unik menggabungkan potongan buah segar dengan kuah pedas, asin, sedikit amis namun sangat sedap yang berasal dari air rebusan kepala ikan dicampur garam, daun salam, terasi, serta cabai. Buah yang digunakan adalah mangga, pepaya mengkal, jambu air, kedondong, mentimun, bengkuang, dan jeruk bali yang diserut tipis-tipis agar mudah dinikmati.

5. Rujak Bulung

Photo Credit: KSMTour
Photo Credit: KSMTour

Selain rujak kuah pindang yang masyhur, Bali masih mempunyai varian rujak lain yang tak kalah nendang. Bahkan, rujak bulung atau rujak rumput laut ini juga sangat nikmat bila disiram kuah pindang. Rumput laut yang menjadi salah satu komoditi ekspor Bali dimanfaatkan warga sekitar untuk diolah jadi hidangan sehari-hari, salah satunya adalah rujak bulung—yang bisa dibedakan lagi menjadi 2 varian. Yang pertama adalah ‘bulung boni’, disajikan dengan sambal yang terbuat dari parutan kelapa muda bakar dicampur bumbu halus berupa lengkuas, jahe, serai, cabai, dan air perasan jeruk limau kemudian ditaburi kedelai sangrai di atasnya. Varian kedua adalah ‘bulung rambut’ yang menggunakan bumbu berbahan cabai, terasi, air jeruk limau, kemudian disiram kuah pindang agar rasanya lebih nendang.

6. Jukut Ares

Photo Credit: JalanSanaSini
Photo Credit: JalanSanaSini

Salah satu hidangan yang begitu unik dan tak mudah dijumpai di daerah lain. Menggunakan bahan utama dari batang pisang atau gedebogDalam bahasa Bali, jukut berarti sayur, dan ares berarti batang pisang. Jukut ares hanya dinikmati di hari-hari spesial atau dalam perayaan keagamaan.

7. Tipat Cantok

Photo Credit: avillabali
Photo Credit: avillabali

Tipat adalah sebutan lain dari ketupat dalam bahasa Bali. Kuliner satu ini merupakan sajian rakyat berupa potongan ketupat yang disandingkan dengan potongan tahu goreng, rebusan sayur kecambah, kangkung, serta kacang panjang lalu disiram bumbu kacang yang diuleg bersama tauco, cabai, bawang putih, serta garam. Agar lebih segar, tambahkan irisan mentimun ya,! Penggemarnya datang dari beragam usia sebab harganya bisa dijangkau siapa saja.

8. Nasi Campur

Photo Credit: trevallog
Photo Credit: trevallog

Meski kuliner nasi campur mudah ditemui dimana saja, namun nasi campur khas Bali jelas beda. Selain lebih komplit, rasanya juga lebih total. Berisi nasi putih dalam piring lebar yang dikelilingi aneka lauk pauk seperti ayam suwir, telur, ikan tuna pedas, betutu, dan sate lilit. Dilengkapi kacang goreng, sambal matah, serundeng, serta jukut urap. Untuk versi non halal, seporsi nasi campur khas Bali biasa disajikan bersama daging babi serta kulit babi yang krispi.

9. Lawar

Photo Credit: Food Recipe
Photo Credit: Food Recipe

Lawar sejatinya adalah sayuran yang dicampur daging cincang kemudian diberi bumbu Bali dan kelapa parut. Lawar sangat lazim disajikan sebagai hidangan keluarga atau melengkapi upacara. Pada umumnya Lawar menggunakan daging babi, namun daging kuwir atau entog juga mulai diminati. Bagi sebagian orang yang menginginkan cita rasa khas, bisa mencampurkan darah dari daging hewan itu sendiri ke dalam bumbunya. Dalam versi halal, lawar menggunakan sayur nangka muda tanpa menggunakan campuran darah hewan.

10. Sambal Matah

Photo Credit: Indoindians
Photo Credit: Indoindians

Sambal setengah mentah yang tidak digerus ini mempunyai cita rasa yang unik. Terbuat dari rajangan cabai rawit, cabai merah, bawang putih, bawang merah, serai, daun jeruk purut, kemudian diremas-remas lalu dicampur bumbu terasi bakar serta garam dan disiram minyak kelapa serta air perasan jeruk nipis. Sangat nikmat sebagai pendamping ikan laut bakar maupun goreng.

 

Tak hanya pikiran yang butuh diistirahatkan, tak hanya hati yang butuh dibahagiakan, ternyata perut juga butuh kebahagiaan agar hidup dapat berjalan dengan seimbang. Untuk long weekend yang menyenangkan di Bali, jangan lupa mencicipi kuliner-kuliner tersebut ya!