Inilah 5 Alasan Mengapa Seseorang Memilih Diam Saja Dalam Sebuah Percakapan. Apakah Kamu Pernah Mengalaminya?

“Memilih diam saja dalam satu percakapan bukanlah kesalahan. Ada alasan-alasan di baliknya.”

SahabatTransport, pernahkah kamu menemui seseorang yang memilih diam saja saat ada pertemuan tertentu? Padahal, biasanya dia adalah orang yang selalu banyak bicara, bahkan, dapat dibilang paling cerewet. Akan tetapi, ketika itu, orang tersebut memilih untuk diam dan tidak menanggapi apapun. Sekadar menimpali saja tidak dilakukan. Nah,  inilah 5 alasan mengapa seseorang memilih untuk diam.

1. Lelah

 

image credit: Google
image credit: Google

SahabatTransport, ketika kamu memang lelah secara fisik, maka seolah-olah energi kamu akan tersedot begitu saja. Memulai percakapan dalam satu pertemuan menjadi hal yang tidak mudah kamu lakukan. Pada akhirnya, kamu pun memilih untuk diam saja. Setelah melakukan berbagai aktivitas yang menguras tenaga, berbicara pun menjadi kegiatan yang tidak mudah untuk dilakukan. Jangan heran terkadang kamu pun menjadi sangat malas untuk berbicara setelah melewati berbagai macam hal yang membuat kamu lelah secara fisik. Akan tetapi, bukan berarti lelah di sini hanyalah lelah fisik. Lelah pikiran dan lelah hati pun juga mempengaruhi.

2. Tidak memiliki bahan pembicaraan

 

image credit: askdrdarcy.com
image credit: askdrdarcy.com

Pernah berada dalam satu percakapan yang sangat dingin? Dalam artian orang yang kamu ajak bicara, malah irit bicara? SahabatTransport, salah satu alasan mengapa seseorang menjadi ‘pendiam’ adalah karena tidak memiliki bahan pembicaraan. Kamu juga pernah mengalaminya, bukan? Ketika kamu tidak memiliki bahan pembicaraan, alhasil kamu pun diam saja. Menunggu lawan bicara kamu yang memancing pembicaraan.

3. Berpikir berlebihan

 

image credit: huffingtonpost.com
image credit: huffingtonpost.com

Ketika kamu sedang dirundung masalah, atau ada hal yang harus kamu kerjakan, terkadang kamu menjadi tidak fokus. Setelah itu, kamu juga menjadi pendiam karena pikiran hanya berfokus pada apa yang sedang kamu pikirkan. Kamu terlalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan apa yang akan terjadi. Tanpa kamu sadari, kamu malah membuat semuanya menjadi runyam, SahabatTransport. Tidak heran kalau kamu sampai tidak berbicara sama sekali.

4. Marah

SahabatTransport, kamu pernah mengalaminya? Ketika kamu marah atau kesal pada suatu hal, kamu sampai tidak dapat berkata apa-apa? Nah, inilah yang membuat seseorang tidak banyak bicara seperti biasa, SahabatTransport. Ada kalanya, kamu memang memilih untuk diam daripada luapan amarah kamu nanti malah keluar. Pernah tahu kan, ketika seseorang sedang emosi, maka perkataan yang keluar darinya bukanlah kata-kata yang sebenarnya. Bukan kata-kata yang benar-benar diinginkannya untuk keluar. Semua kata-kata itu hanya sekadar luapan emosi yang tersulut. Maka dari itu, kamu dan juga orang lain, pasti akan memilih diam saja saat emosi kamu tidak stabil.

5. Mood sedang berantakan

Dapat dibilang, ini adalah gabungan dari seluruh hal di atas. Di saat emosi kamu tidak stabil, tanpa sadar, fisik kamu pun menjadi lelah. Lelah yang benar-benar lelah. Lalu, emosi kamu yang tidak stabil itu bisa berasal dari masalah yang sedang kamu hadapi. Sehingga, kamu pun terlalu memikirkan masalah tersebut. Sampai akhirnya, kamu pun bingung mau membicarakan apa karena otak kamu penuh dengan masalah yang kamu hadapi. Tidak heran, mood yang berantakan menjadi alasan pamungkas mengapa kamu atau orang lain memilih diam saja dalam suatu percakapan.

Ketika seseorang yang biasanya ceria dan mudah membawa suasana tiba-tiba saja menjadi pihak yang diam tanpa kata, maka pasti ada alasannya. Pasti ada penjelasan di baliknya. Seorang introvert saja bisa mengusahakan untuk dapat berani berbicara. Meskipun demikian, mereka juga memilih untuk diam saja. Kelima hal di atas hanyalah alasan paling sederhana dan memungkinkan kenapa seseorang memilih untuk diam. Apakah kemudian mereka harus disalahkan? SahabatTransport, percayalah, mereka memang membutuhkan waktu untuk bisa kembali ceria. Mereka butuh waktu.