Belajar Dari Kematian Kim Jonghyun SHINee: Depresi Itu Tidak Terlihat Dan Menyerang Kapan Saja, Maka Kenali Dan Hindari Penyebabnya Sejak Dini!

Depresi itu seperti hantu, tidak terlihat dan kehadirannya menakutkan.

SahabatTransport, beberapa waktu lalu ini media terutama media online tengah hangat-hangatnya memberitakan tentang meninggalnya salah satu idol Korea, Kim Jonghyun. Kim Jonghyun adalah salah satu member boy band SHINee yang memulai debutnya tahun 2008. Jonghyun sendiri diketahui sebagai lead vocal dalam group tersebut, sekaligus sebagai song writer beberapa lagu hits SHINee. Kepribadiannya yang hangat membuat orang-orang terutama sesama idol dan shawol (fans club SHINee), tidak menyangka bahwa Kim Jonghyun telah meninggal dunia, terlebih karena bunuh diri.

photo credit: vogue
photo credit: vogue

Kim Jonghyun memang dikabarkan bunuh diri di apartemennya dengan sengaja menghirup karbon monoksida dari pembakaran briket. Terlebih, isu menyebutkan bahwa Kim Jonghyun memilih bunuh diri karena depresi berkepanjangan. Ada banyak isu mengenai penyebab depresinya Kim Jonghyun ini. Namun, terlpeas dari hal itu, kematian Kim Jonghyun ini bisa kamu jadikan pelajaran, bahwa depresi itu bisa datang kapan saja dan dia tidak terlihat. Sehingga kamu tidak dapat mendeteksinya, tahu-tahu kamu sudah merasa hampa, ketakutan, dan sendirian. Nah bila sudah depresi begini, kamu akan sulit berkomunikasi dengan orang lain sebab kamu merasa apapun yang kamu lakukan salah dan orang lain tidak mengerti apa yang kamu rasakan. Kamu merasa tertekan dari dalam. Sungguh menyiksa bukan? Oleh sebab itu, kamu harus menghindari depresi ini. Caranya dengan hidup lebih positif dan menghindari hal-hal pemicu depresi. Lalu, hal apa saja sih yang menyebabkan depresi? Ini dia!

1. Kamu berdiri di tempat yang sama terlalu lama a.k.a comfort zone

photo credit: shutterstock
photo credit: shutterstock

Depresi bisa dipicu karena kamu hanya berkutat dalam comfort zone kamu. Kamu tidak pernah menantang dirimu sendiri untuk keluar dari zona nyamanmu dan melakukan hal baru. Akibatnya kamu akan merasa jenuh. Nah disinilah bahayanya. Ketika kamu jenuh, semuanya akan terasa membosankan dan terlihat datar-datar saja. Kamu mulai kehilangan gairah dan semangat, lalu mulai bertanya-tanya,

“Untuk apa saya hidup?”Ketika kamu sudah berpikir demikian, maka pikiran dan hawa negatif akan mudah masuk dalam diri kamu. Oleh sebab itu, jangan hanya berkutat di posisi yang sama. Dunia ini terlalu luas untuk hidup kamu yang ‘sebentar’.

2. Konservatif

photo credit: weheartit
photo credit: weheartit

Konservatif maksudnya kamu terlalu membatasi diri dengan lingkungan. Kamu seperti membuat kotak-kotak kasat mata yang membagi hal-hal yang kamu sukai dan akan kamu dekati dengan hal-hal yang tidak kamu sukai dan pantang kamu dekati. Padahal dunia ini memang diciptakan beragam. Untuk apa? Untuk kamu nikmati dan pelajari.

Banyak bertemu orang dan mendengarkan cerita mereka adalah sesuatu yang sehat. Sebab kamu akan memahami berbagai rupa permasalahan manusia, sehingga ketika kamu mengalami suatu masalah, kamu tidak akan berpikiran sempit dalam menilainya. Sering kali depresi muncul karena pikiran kamu terlalu sempit dalam menilai suatu masalah.

3. Body negativity

Sifat manusia itu, lebih mudah menilai kekurangan daripada kelebihan, baik kekurangan orang lain pun diri sendiri. Kamu tidak suka dibanding-bandingkan dengan orang lain, tapi kamu secara tidak sadar selalu membandingkan diri kamu dengan orang lain. Misal, kamu menganggap si A cantik dan kamu secara tidak sadar ingin sepertinya. Kamu mengikuti gaya fashion bahkan membeli alat make up sepertinya, kamu mencari kesempurnaan dari seseorang yang tidak sempurna juga.

Nah hal tersebut disebut body negativity karena kamu membuat penilaian negatif terhadap diri kamu. Bila berkepanjangan hal tersebut dapat membuat kamu merasa minder dan akhirnya menimbulkan tekanan dalam diri kamu.

“Kenapa saya dilahirkan begini?”

“Kenapa hidupnya selalu bahagia dan saya nggak?”Hal tersebut akan membuat kamu perlahan-lahan merasa depresi. Hati-hati!

4. Merasa tidak dihargai

“Kamu berusaha sangat keras, tapi hasilnya begitu-begitu saja.”

“Kamu berusaha sangat keras, tapi jirih payah kamu selalu dipandang sebelah mata.”

“Kamu berusaha keras, tapi kamu selalu dianggap bukan siapa-siapa.”It’s okay . Luruskan kembali niat kamu saat berusaha itu.

Ingat, ketika kamu melakukan sesuatu, pastikan hal itu demi kebahagiaan kamu. Bukan karena tuntutan dari orang lain. Maka apapun hasil yang kamu dapatkan, kamu sendirilah yang akan menghargainya. Apreasiasi dari orang lain itu hanya bonus saja sebab kamu melakukan hal yang kamu sukai. Jadi ketika kamu berhasil, walau hanya sedikit, kamu tidak membutuhkan apresiasi atau pujian dari orang lain untuk membuatmu merasa bahagia dan bangga atas hasil capaian kamu itu.

You Only Live Once, dan jangan habiskan hidup sekali kamu itu untuk melakukan hal-hal yang orang lain sukai atau mendapatkan pujian dari orang lain. Semangat dan pujian orang lain memang penting, tapi semangat dan rasa menghargai dari diri kamu sendiri itu jauh lebih penting. Intinya, love yourself, not only you as physically but the whole you.

Nah itu dia, beberapa penyebab depresi yang pastinya sering kamu alami. Jangan biarkan hal-hal negatif merundung kamu ya. Bila kamu mulai merasa depresi, segera bicarakan masalah kamu itu dengan orang lain, atau bila kamu tidak suka membagi-bagikan masalah kamu, salurkan lewat media lain. Berdoa dan atau menulis di blog misalnya. Ingat, depresi itu salah satu mental illness, penyakit. Dan, yang namanya penyakit pasti ada obatnya dan obatnya tidak akan ketemu kalau kamu menyerah dan tidak mencarinya.

Jadikan kematian Kim Jonghyun ini sebagai pelajaran yang baik ya, semangat!