Wawancara Eksklusif dengan Isa Sumantapura, Kreator Kshatriya, yang Karyanya Ditawar Penerbit Jepang

Sosok

5.2K
Pemilik nama asli Muhamad Isa Sumantapura yang suka banget sama komik Dragon Ball ini berbagi kisahnya tentang perjalanannya membangun KSHATRIYA; sebuah brand baru dalam ranah intellectual property yang patut diperhitungkan di jagat kreativitas tanah air. Simak wawancara ekslusif Virala berikut ini.

Bila harus dideskripsikan, seperti apa sih perjalanan hidup Mas Isa hingga menjadi seperti sekarang?

Berlika-liku, haha. Sedari SMP saya ingin masuk ke SMAKBO yang notabenenya lulus langsung kerja di perusahaan farmasi, pengen cepat bantu Bapak yang kerja sebagai supir bis di IPB.

Gagal masuk SMAKBO di SMA akhirnya pengen masuk AKA, D3 Farmasi Negeri satu-satunya di Indonesia katanya, lalu ikut ujian di AKA juga SMPTN ke IPB jurusan S1 Biokimia, alhamdulillah keterima di dua-duanya.

Setelah berdiskusi dan Bapak yang menjamin kalau di IPB banyak beasiswa akhirnya masuk IPB.

Ketika sudah masuk IPB, malah belajar desain secara otodidak karena sewaktu SMA jadi panitia buku tahunan di divisi art-nya. Tapi mungkin karena memang hobi menggambar sejak kecil, sih, ya.

Dan pada tahun ke-3 di IPB, belajar usaha di bidang distro dengan pasar mahasiswa IPB. Tahun keempat dapat klien pertama di bidang UKM dengan brand Lapis Bogor Sangkuriang, yang akhirnya jadi klien repeat order dan owner-nya mengenalkan saya di bisnis UKM. Akhirnya, sampai sekarang buka studio desain Tetuka Studio, pangsa pasarnya UKM untuk desain logo dan kemasan, yang bikin saya kuliahnya lama banget sampai 7 tahun. Hahaha, yang penting lulus. Alhamdulillah Tetuka Studio jadi mata pencaharian utama saya sampai sekarang.

Dua tahun lalu, ketemu kakak kelas waktu SMA, untuk membuat project bareng di dunia kreatif. Tapi, nggak mau jasa. Terus, tiba-tiba teringat dulu waktu tahun ke-3 kuliah, pernah membuat desain vektor mecha-nya Gatotkaca.

Akhirnya, kami memutuskan untuk membuat intellectual propery dengan berbasis karakter project tersebut yang awalnya tertuang dalam format komik, bareng sama rekan saya di Tetuka Studio, Ganep.

Setelah mengonsep selama dua bulan, lahirlah sebuah project yang berama KSHATRIYA. Setelah rampung, kami propose tiga orang artist untuk bergabung, yakni Yasinta untuk naming komik, Erwan untuk komikus utama, dan Amirul sebagai colorist. Dan setahun kemudian, baru mau launching komiknya, di www.kshatriyasaga.com.

Bagaimana cara orang tua mendidik? Bila harus mengucapkan terima kasih kepada mereka, ucapan apa yang hendak disampaikan?

Bapak mendidik agar sesuatu itu diusahain sendiri. Alhamdulillah nggak jadi manja, kalau mau sesuatu harus nabung dulu. Ibu alhamdulillah dari keluarga yang agamis. Dari umur empat tahun sudah disuruh ngaji dan keras banget sampai sekarang.

Duh, bingung, deh. Terima kasih saja nggak cukup untuk mereka berdua. Hanya bisa berdoa untuk keselamatan dan berusaha membantu sebisanya untuk orang tua. Setelah menikah, makin terasa hasil didikan orang tua dalam kehidupan saya sehari-hari.

Apakah pernah menemukan ‘aha moment’? Sebuah momen di mana itu adalah sebuah langkah berani ataupun langkah awal dari perubahan positif yang membawa Mas Isa hingga menjadi seperti sekarang?

Di tingkat 3 kuliah ketika saya menetapkan diri untuk buka usaha, dari situ menimba ilmu tentang wirausaha dan cari link sebanyak-banyaknya. Berliku, sih, dari tukang kaos sampai sekarang menjadi desainer dan pegiat kreatif. Sekarang terasa banget asyiknya dunia kreatif ini.

Keluarga dan teman. Apakah selama ini mereka cukup suportif dalam mendukung apa yang Mas Isa citakan? Bagaimana bentuk dukungan mereka?

Orang tua awalnya ragu. Bahkan, ketika saya memutuskan ingin menikah masih ragu apakah dari dunia kreatif ini bisa mencukupi kebutuhan keseharian saya dan istri. Benar-benar percayanya baru tahun lalu pasca Popcon Asia yang alhamdulillah saya diliput banyak media dan project intellecutal property saya yang yakni KSHATRIYA ditawar sama penerbit Jepang dan Malaysia untuk diterbitkan di sana.

Istri alhamdulillah sangat membantu dan mendukung. Percaya banget sama suaminya kalau kerjaannya insya Allah akan menghasilkan jika benar-benar fokus.

Teman-teman juga luar biasa dukungannya. Ada teman saya, seorang animator yang bahkan bikin trailer untuk KSHATRIYA secara cuma-cuma, bahkan dua!

Bisa di cek di sini, ya.

https://www.youtube.com/watch?v=fPog5cY4XhY

https://www.youtube.com/watch?v=G_BYjK-fCOE

Tentu saja Mas Isa sudah melakukan banyak hal hingga ke titik ini. Namun, adakah hal lain yang sebenarnya ingin dilakukan baik untuk diri sendiri maupun orang lain yang sampai saat ini belum terlaksana?

Umrah atau memberangkatkan haji orang tua. Hahaha, mainstream banget, ya. Tetapi, memang itu yang belum terlaksana.

Mas Isa dan tim membuat Kshatriya, sebenarnya apa yang Mas Isa tawarkan dari karya tersebut, dan siapa saja timnya dan apa peran mereka masing-masing?

Konsep utamanya bikin super hero yg mmg benar-benar keren dari segi visual dan mudah-mudahan cerita juga. Ingin menunjukkan bahwa kreator Indonesia juga punya taring dan nggak kalah sama kreator luar.

Ada 6 orang tim Kshatriya, yakni saya sebagai konseptor awal dan desainer karakter. Lalu ada Ferdian Feisal sebagai editor dan VFX Artist, Ganep Agus DJ, sebagai Story Writer, Yasinta A Cariens bepertan untuk Naming (rough sketch comic), juga Erwan sebagai komikus utama, dan terakhir ada Amirul HHF, sebagai illustrator dan colorist.

Harapan perubahan apa yang Mas Isa harapkan dari para penikmat karya tersebut?

Bukan hanya ke peminat, sih, tapi juga pada kreator di Indonesia agar pegiat kreatif lokal lebih giat dan semangat berkarya dan bikin karya berkualitas sebanyak-banyaknya.

Serta, makin banyak acara untuk menampung kreator lokal seperti Popcon, Comic Fest, dll. Dan akhirnya makin banyak juga penikmat karya kreator lokal.

Pengalaman paling berkesan apa selama berkecimpung ke dalam industri kreatif?

Ada banyak. Hahahaha. Dari dari Sogi Indraduaja yang datang ke booth yang minta tanda tangan saya (aneh banget ada artis minta tanda tangan saya. Hahaha) sampai ada dua orang stalker yang entah gimana caranya dapat nomor pribadi saya dan nagih tentang komik KSHATRIYA yang masih pending. Hahaha.

Apa yang membuat Mas Isa tetap konsisten di jalur hidup yang tetap dijalani hingga saat ini, dan sebenarnya apa yang tengah Mas Isa perjuangkan di setiap karya maupun aktivitasnya?

Karena berkarya itu nikmat sekali, alhamdulillah enjoy banget dan insya Allah ada impact baik untuk sekitar.

Apa arti passion bagi Mas Isa, dan apakah cukup dengan passion yang kuat saja kita bisa menjadi sosok yang akan sampai kepada apa yang dicitakan? Mengapa?

Passion itu seperti ide yang asik, kita nggak sabar untuk memulai dan mengembangkan dan fokus di bidang itu. Tapi, sayangnya banyak yang lupa, jika ingin menjadikan passion sebagai sumber penghasilannya maka harus dipikirkan aspek lain yang menunjang. Misal passion saya di desain. Maka dari itu saya harus mencari hustler dan hacker agar bisa menjadikan passion saya sebagai start up yang bisa menghasilkan.


Baca Juga: Adit Saputra, Founder Alterdeco: Kita Harus Berubah, Walaupun Hampir Semua Pekerja Kreatif Pernah Menjiplak


Bagaimana Mas Isa mendefinisikan Indonesia, dan apakah tinggal di Indonesia memiliki pengaruh dalam berkreativitas dan menyalurkan passion serta berkarya?

Indonesia itu setengah mateng. Hahaha. Masih bingung mau dibawa ke mana. Pengaruhnya bagi kreator, pastinya jadi lebih butuh energi mencari jalan sendiri untuk berkarya. Lebih sulit memang, tetapi yang dihasilkan menjadi lebih tangguh.

Hingga saat ini, siapa mentor terbaik Mas Isa?

Saya ada 1 mentor bisnis, kakak kelas dulu waktu SMA namanya Risky Irawan. Tapi beliau lebih ke bisnis umum dan nggak masuk ke industri kreatif. Dan akhirnya saya belajar sendiri, untuk beberapa hal saya lebih sering bertanya ke senior, misal di komik saya sering nanya ke Mas Sweta, sering banget memberi masukan dan sering juga endorse gratisan ke komik KSHATRIYA.

Atau di desain vektor pernah juga ketemu sama Kang Rajaya Yogaswara a.k.a Machine56 lebaran tahun lalu dan belajar tentang detailing vector.

Lima tahun dari sekarang, hal menarik apa yang Mas Isa rencanakan ingin lakukan, namun belum sempat untuk diwujudkan sekarang?

Full terjun di dunia IP. Nggak sabar untuk melebarkan Kshatriya ke dunia animasi, game, dan action figure. Amin.[]


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Wawancara Eksklusif dengan Isa Sumantapura, Kreator Kshatriya, yang Karyanya Ditawar Penerbit Jepang ". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Fachmy Casofa | @fachmycasofa

Managing Editor Virala.id. Writer of best seller national book, Habibie Tak Boleh Lelah dan Kalah!, Founder Satria Foundation and Epixplay Karya Indonesia | www.fachmycasofa.com or fachmycasofa@gmail.com for more creative collaboration.

Silahkan login untuk memberi komentar

mike donald | @LOANFIRM

Hola, ¿Está buscando libertad financiera? ¿Está en deuda, necesita un crédito para iniciar un nuevo negocio? ¿O doblar financieramente, usted necesita un crédito, un coche para comprar o una casa? ¿Alguna vez ha rechazado las finanzas de su banco? ¿Quieres mejorar tu situación financiera? ¿Necesita un préstamo que sus cuentas pagan? No busque más, le damos la bienvenida a una oportunidad para obtener todo tipo de préstamos, a un precio muy asequible 3% de interés para obtener más información, póngase en contacto con nosotros ahora por correo electrónico a: (stevedanielloanfirm@gmail.com)