Strategi Mengubah Usaha Kecil Mengenaskan Menjadi Usaha Kaya Miliaran

Bisnis

3.7K
Transformasi selalu dibutuhkan. Agar tetap relevan dengan zaman. Agar tetap bisa terus berlari di depan para pesaing yang lebih gesit dan lebih lapar kesuksesan. Agar perubahan-perubahan di era yang ‘semuanya bergerak sangat cepat’ ini tak menggilas habis namun mengukuhkan eksistensi.

Inti dari transformasi adalah bagaimana perusahaan membuat langkah-langkah brilian untuk membuat perusahaan tetap relevan dengan zaman dan berlari di depan pesaing.

Sebagus apa pun sebuah perusahaan, apalagi perusahaan kecil, transformasi tetaplah harus menjadi bagian penting bila tidak ingin drastis ke bawah, atau pun stagnan dan terus berada di kenyamanan yang sama dari tahun ke tahun. “If you don’t transform your company, you’re stuck,” kata Ursula Burns.

Kodak misalnya, sebagai ikon bisnis kamera, ia tak mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kemajuan zaman. Transformasi tak menjadi prioritasnya. Akibatnya, kegesitan pesaing menumbangkannya. Saat kebangkrutan melandanya, Kodak pun mengalihkan fokus bisnisnya pada digital imaging, peralatan printing, dan jasa untuk bisnis. Transformasi yang terlambat. Jangan sampai, setelah bertahun-tahun dibuai kesuksesan, lupa untuk bertransformasi. Lupa berbenah diri. Lupa naik kelas.

Perlu diketahui, mentalitas yang “sudah cukup“ bila punya rumah, mobil, tabungan serta naik haji dan ketiadaan keterampilan manajemen (managerial deficiencies) yang memadai, menjadikan hanya sekitar 5% dari Usaha Kecil dan Menengah yang benar-benar naik kelas menjadi industri atau usaha besar.

Lingkungan usaha yang senantiasa terus berubah, menuntut UKM memiliki manajemen yang andal. Namun hal tersebut tidak dapat tercipta begitu saja tanpa melalui serangkaian proses yang terpimpin.

Dalam memilih langkah yang sesuai demi memajukan UKM di Indonesia, terdapat beberapa pilihan antara lain:

#1: Membiarkan UKM tumbuh secara mandiri tanpa pendukung katalis.

Katalisator itu dapat berupa kebijakan, program dan bentuk keberpihakan lainnya, atau apapun. Jika hal tersebut dilakukan maka risiko yang terjadi adalah waktu yang dibutuhkan oleh UKM untuk tumbuh akan sangat lama, serta kemungkinan akan terjadi penurunan performa usaha bahkan kehancuran usaha UKM akibat persaingan yang tidak sehat.

#2: Membantu UKM dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi.

Jika pilihan ini diambil, risiko yang akan dihadapi adalah UKM akan menjadi tidak mandiri dan UKM akan selalu mencari dukungan eksternal dalam menghadapi permasalahannya.

Agar terbentuk iklim usaha yang mendukung UKM untuk selalu tumbuh dan berkembang dengan menekan risiko yang berdampak bagi UKM sendiri, maka ada beberapa strategi yang dapat dilakukan:

#1: Strategi Mentoring

Strategi mentoring merupakan strategi dengan penekanan pada upaya membangun kerjasama, antara UKM yang berpengalaman dengan wawasan praktik bisnis, dan pengetahuan yang luas dengan UKM pemula yang memiliki semangat usaha tinggi, namun belum mengetahui apa yang harus dilakukan dalam mengembangkan usahanya.

UKM pemula tersebut sangat membutuhkan pengarahan dalam mengembangkan usahanya. Salah satu strategi mentoring yang dapat dilakukan yaitu dengan kerjasama antara UKM pemula atau UKM binaan dengan UKM berpengalaman atau bahkan dengan perusahaan penyedia bahan baku utama melalui sebuah kerjasama rantai pasokan.

Dalam skenario kerjasama strategi mentoring ini diharapkan akan terjalin komunikasi dua arah antara kedua belah pihak sehingga akan tercipta rantai pasokan yang kuat berdasarkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan serta pengharapan masing-masing.

#2: Strategi Inkubator Bisnis

Inkubator bisnis merupakan sebuah lingkungan di mana terjalin kerjasama antara manusia bersumberdaya (seperti konsultan bisnis, ahli hukum, ahli keuangan) dan sumber daya lainnya (sarana perkantoran, pelatihan) yang dapat bermanfaat untuk memberdayakan usaha-usaha baru agar dapat tumbuh pada tahap awal dan bertahan melawan kompetisi.

#3: Strategi Klaster dan Jejaring

Membangun hubungan di antara sekelompok UKM dalam rantai pasokan yang saling mendukung, melaksanakan efisiensi terhadap biaya operasional dan pengembangan, serta alih daya dan teknologi.

#4: Strategi Benchmarking

Strategi ini merupakan upaya di mana UKM dapat membandingkan tata cara, metode, proses hingga kinerja di antara sekelompok UKM maupun dengan kelompok UKM lain, dalam rangka membangun praktik terbaik (best practices).



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Strategi Mengubah Usaha Kecil Mengenaskan Menjadi Usaha Kaya Miliaran". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Fachmy Casofa | @fachmycasofa

Managing Editor Virala.id. Writer of best seller national book, Habibie Tak Boleh Lelah dan Kalah!, Founder Satria Foundation and Epixplay Karya Indonesia | www.fachmycasofa.com or fachmycasofa@gmail.com for more creative collaboration.

Silahkan login untuk memberi komentar