Saatnya Berani Menjadi Solo Traveler dan Hal Seru Apa yang Akan Kamu Dapatkan

Piknik

3.4K
Banyak orang yang heran dengan hobi saya melakukan sebuah perjalanan seorang diri atau solo travel. Bagi mereka, solo travel itu terlihat aneh, berbahaya, riskan untuk merasa kesepian dan berbagai persepsi negatif lainnya yang menunjukkan seolah–olah melakukan perjalanan seorang diri itu adalah suatu hal yang kurang baik, bahkan sia–sia. Oleh karena itu, di sini saya ingin berbagi sudut pandang, alasan dan pengalaman pribadi saya tentang solo travel.

Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke saya adalah tentang keberanian yang saya miliki, “Kok mau sih traveling sendirian? Enggak takut, ya?”

Sebenarnya, saya pun bingung dengan jawabannya.

Selama ini saya selalu berpikiran bahwa aman atau enggaknya suatu lingkungan itu selalu tergantung dengan sikap kita. Setiap tempat bisa menjadi berbahaya jika kita tidak berhati–hati. Melakukan perjalanan bersama–sama itu bukan menjadi jaminan keamanan. Bahkan, di beberapa kasus, sekalipun melakukan perjalanan bersama dengan keluarga atau teman, tetap saja ada beberapa kejadian yang tidak diinginkan seperti kecopetan.

Sebaliknya, selama ini saya melakukan perjalanan seorang diri ke beberapa negara dan enggak pernah sekalipun kecopetan atau ada hal–hal buruk lainnya. Bahkan, ketika ke Maroko sekalipun, yang terkenal dengan negara yang cukup dipertimbangkan terutama bagi solo traveler.

Dalam hal ini, saya selalu ingat dua pesan yang ibu saya sampaikan ketika saya pergi seorang diri.

Pertama, hindari untuk menatap mata orang yang enggak kita kenal, terutama yang terlihat mencurigakan.

Kedua, jangan memilih jalan sepi dan pulang setelah matahari terbenam, terutama saat melakukan perjalanan ke tempat yang masih asing.

Ketiga, selalu waspada dan tunjukkan muka “sangar”, terutama di kondisi tertentu jika perlu tunjukkan juga muka “Apa lu liat–liat!”

Intinya sih, saya selalu yakin bahwa selama saya bisa bersikap waspada dan menjaga diri, semuanya akan baik–baik aja.

Sebenarnya, alasan saya pertama kali memutuskan untuk melakukan solo traveling adalah karena semenjak saya tinggal di Inggris, belum ada orang yang benar–benar kenal dan dekat dengan saya.

Mungkin bagi sebagian orang, melakukan sebuah perjalanan enggak harus selalu dengan orang–orang yang sudah dekat. Tapi bagi saya, lebih baik melakukan perjalanan seorang diri daripada dengan seseorang yang belum saya kenal dengan baik.

Hal ini dikarenakan pengalaman saya sebelumnya melakukan beberapa kali perjalanan pendek dengan beberapa orang berbeda yang enggak terlalu dekat dengan saya, dan ternyata hasilnya selalu sama: sebuah foto diri saya di tempat tersebut.

Namun, akhirnya saya menyadari bahwa ketika saya melakukan perjalanan dengan orang–orang terdekat saya pun, memori yang tersimpan lebih banyak kepada memori saya dengan orang–orang tersebut dibandingkan dengan tempat yang saya kunjungi.

Sekalipun saya bisa mengingat tentang tempat yang saya kunjungi, tidak terlalu banyak kenangan dan perasaan khusus yang terlibat ketika mengingatnya.

Berbeda dengan saat saya traveling sendirian, yang mana lebih banyak kenangan dan memori tentang tempat tersebut. Dan ternyata, hal ini bukan hanya dialami oleh saya, tetapi juga oleh teman saya lainnya.

Dari situ akhirnya saya menyimpulkan satu hal: jika kamu ingin menyimpan kenangan akan sebuah perjalanan dengan teman perjalanan kamu, maka jangan melakukan solo traveling.

Tetapi, jika kamu mencari kenangan yang memberikan pandangan baru tentang sebuah tempat dan orang–orang di dalamnya, maka lakukanlah perjalanan seorang diri.

Jika ada satu alasan utama mengapa saya melakukan solo traveling, maka jawabannya adalah karena solo traveling mengajarkan saya banyak hal yang membuat saya menjadi seseorang yang lebih baik.

Sebenarnya banyak hal dari diri saya yang enggak sesuai dengan karakter orang–orang yang melakukan solo traveling. Saya sempat memiliki penyakit yang cukup serius hingga membuat saya enggak boleh terlalu capek dan karenanya harus selalu ada orang yang menjaga saya jika ada hal–hal yang di luar kontrol; saya pelupa dan ceroboh; saya adalah seorang pelamun sejati, pikiran saya mudah sekali ke mana–mana tanpa saya sadari; saya seringkali kaku dalam bertemu orang baru; saya naïf karena saya seringkali melihat orang dan segala sesuatunya dari sisi positif, yang mana terkadang bukan suatu hal yang baik khususnya jika sedang seorang diri.

Dan solo traveling telah banyak mengajarkan saya untuk menjadikan semua kelemahan saya tersebut menjadi pelajaran–pelajaran hidup yang kecil kemungkinan untuk saya dapatkan jika enggak melakukan solo traveling.

Semenjak sering melakukan perjalanan sendirian, saya menjadi lebih peka terhadap diri saya sendiri, dalam hal ini kelemahan dan kondisi diri saya sehingga saya enggak akan melakukan hal–hal yang di luar dari kapabilitas; saya bisa berkata “tidak” ke orang lain; saya menjadi lebih terbuka dengan orang dan lingkungan baru; dan pelajaran terbesar yang diberikan dari solo traveling ini adalah bahwa itu mengajarkan saya tentang cara hidup dan sudut pandang tentang dunia yang enggak pernah saya ketahui sebelumnya.

Keuntungan lainnya yang saya dapatkan dari melakukan perjalanan seorang diri adalah kebebasan dalam memilih dan melakukan segala sesuatunya saat dalam perjalanan.

Hal ini bagi saya sangat penting terutama ketika saya ingin traveling ke tempat yang sudah lama saya mimpikan, yang akhirnya membuat saya memilih untuk solo traveling.

Kenapa?

Karena saya enggak ingin orang lain yang menjadi teman perjalanan saya saat itu mengurangi kesenangan saya dalam menikmati tempat tersebut.

Iya, terkadang melakukan perjalanan dengan orang lain akan membuat perjalanan tersebut menjadi lebih rumit, mulai dari memilih akomodasi, tempat–tempat yang ingin dikunjungi, transportasi, tempat makan dan lainnya.

Saya sendiri termasuk tipe orang yang senang membeli makanan murah dari pasar lokal atau swalayan dan memakannya di taman atau tempat publik daripada makan di restoran mahal. Selain itu, saya juga lebih suka mengeksplor suatu tempat dengan berjalan kaki ketimbang transportasi publik.

Bagi saya, jalan adalah tempat terbaik untuk merasakan budaya dan kehidupan lokal, dan bukan di tempat–tempat turis. Jadi, bisa dipastikan kalau selalu naik metro atau hanya mengunjungi objek wisata, saya pasti akan melewatkan banyak hal terkait dengan suasana, budaya dan cara hidup masyarakat lokal di tempat tersebut.

Dan tentunya itu bukanlah suatu hal yang saya pernah inginkan untuk terjadi ketika saya sedang melakukan sebuah perjalanan.

Sebenarnya, masih banyak alasan lainnya yang membuat saya ketagihan solo traveling, namun saya enggak bisa menjelaskannya satu per satu di sini karena akan sangat banyak sekali.

Bagi kamu yang belum pernah solo traveling, saya sangat menyarankan untuk mencobanya, setidaknya satu kali dalam hidup kamu. Kalaupun ternyata kamu enggak menyukainya, setidaknya kamu sudah memiliki pengalaman tersebut.[]


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Saatnya Berani Menjadi Solo Traveler dan Hal Seru Apa yang Akan Kamu Dapatkan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nazura Gulfira | @nazura

I love blogging for the sake of keeping some memories alive in my mind and sharing my perspective on the world and the life that I have been living in.

Silahkan login untuk memberi komentar