Manajerial Keuangan untuk UKM

Bisnis

3.5K
Semua bisa diatur, demi bisnis yang naik kelas!

Banyak pemilik bisnis UKM yang mengeluh atau mengalami hal seperti ini:

  • Baru beberapa bulan yang lalu membuka usaha, tetapi kenapa sekarang modalnya sudah habis tidak bersisa?
  • Pelanggan makin banyak, tetapi kok tidak pernah ada uang tersisa?
  • Pelanggan makin banyak tetapi tidak tahu apakah usaha-bisnis ini menguntungkan atau tidak?

Beberapa masalah UKM yang sering terjadi seputar masalah akuntansi dan keuangan dalam menjalankan usaha adalah sebagaimana berikut:

  • Campur aduk keuangan pribadi dan usaha.
  • Tidak memliki catatan / buku kas yang jelas juga laporan laba-rugi.
  • Tidak merencanakan penggunaan uang dan menyisihkan untuk dana cadangan.
  • Terlalu fokus pada produksi sehingga melupakan pentingnya kegiatan lain termasuk pembukuan dan pemasaran.
  • One man show. Pemilik mengerjakan semua hal dan melupakan delegasi manajemen dan operasional.

Bila kita masih ada dalam kondisi seperti ini, dijamin usaha kita gak akan berjalan lancar dan akan sangat sulit untuk “naik kelas”.

Keuangan pribadi vs usaha pencatatan keuangan usaha harus dipisahkan dengan keuangan pribadi. Hal ini untuk mempermudah kita dalam menganalisis hasil usaha perusahaan. Mencampur keuangan pribadi dan usaha membuat kita tidak bisa memastikan apakah kekayaan bertambah karena usaha kita memang menguntungkan atau dari sumber pendapatan lainnya.

Untuk itu, jika Anda membuka usaha mandiri, harus mencatat dan menganalisis hasil usaha tersebut. Dan untuk dapat mencatat dan menganalisis hasil usaha, maka harus memahami akuntansi. You can not manage what you can not measure it.

Bahasa bisnis adalah bahasa akuntasi. Ilustrasinya seperti ini:

Transaksi -> Pembukuan -> Laporan Keuangan -> Analisis Laporang Keuangan -> Evaluasi Bisnis -> Strategi Bisnis.

Akuntansi UKM memainkan peran yang penting dalam memutuskan keberhasilan usaha. Masalah keuangan terkait dengan UKM tidaklah terlalu berbeda dengan usaha skala besar. Jadi, jika ingin mengelola bisnis dengan cara yang baik (“prudent”), memahami masalah akuntansi adalah hal mutlak.

Utilisasi dana yang optimal, kegiatan usaha yang benar, alokasi kredit yang tepat dan evaluasi kompetitor secara periodik serta pengambilan keputusan yang efektif diperlukan dalam pembukuan UKM yang profesional.

Poin-poin yang harus dipegang teguh oleh para pengusaha UKM, agar bisa “naik kelas” menjadi usaha/perusahaan besar adalah:

  • Keuangan usaha harus terpisah dari keuangan pribadi.
  • Objektivitas pencatatan transaksi harus berdasar bukti contoh: kwitansi, tagihan dari pemasok, dan lain-lain.
  • Kegiatan yang dicatat diukur dengan uang.

Ada tiga pengukuran finansial yang penting di dalam detail manajemen akuntansi UKM. Mencakup laporan arus kas, laba-rugi dan neraca.

  • Laporan neraca menunjukkan harga sebuah usaha dan daftar hutang dan aset usaha dalam hitungan tahun.
  • Profit yang dihasilkan atau kerugian yang diakibatkan semuanya dikalkulasikan dalam akun laba dan rugi. Laporan ini menunjukkan kinerja usaha dan mencakup laporan per periode tertentu.
  • Arus kas dibuat untuk mengetahui saldo tunai di masa datang. Laporan ini memprediksi kebutuhan tunai sebuah usaha di masa datang.

Apa manfaat arus kas? Menunjukkan berapa jumlah / saldo uang yg ada baik di tangan maupun di Bank pada waktu tertentu.

  • Apakah mungkin untuk menjalankan bisnis pada periode tertentu.
  • Lain-lainnya adalah membahas tentang Deviden, BEP, Laporan Laba / Rugi, Laporan Neraca, dll.

Berikut beberapa tips mengenai Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar berkembang dengan manajerial yang benar.

#1: PISAHKAN UANG PRIBADI DAN USAHA

Kesalahan paling umum yang dilakukan UKM dalam mengelola keuangan adalah mencampur uang usaha dengan uang pribadi. Alhasil, akan sulit membedakan pengeluaran pribadi dan usaha. Kemudian diperparah dengan keperluan pribadi sedikit demi sedikit menggerogoti saldo uang usaha. Pisahkan uang secara fisik.

Jika perlu siapkan dua kotak atau amplop atau dompet penyimpanan uang yang berbeda. Lebih baik lagi, jika Anda menggunakan jasa perbankan. Buka rekening yang khusus digunakan untuk bisnis. Dan yang paling penting, bersikaplah disiplin dalam menerapkan pemisahan ini.

#2: RENCANAKAN PENGGUNAAN UANG

Meski telah memiliki modal lebih banyak dari perkirakan semula, tetaplah harus merencanakan penggunaan uang sebaik mungkin. Jangan hambur-hamburkan uang meski saldo kas usaha melimpah. Tanpa perencanaan yang matang, pengeluaran tak terasa sedikit demi sedikit habis lalu akan merasa kekurangan dana.

Sesuaikan rencana pengeluaran dengan target-target penjualan dan penerimaan kas. Urungkan rencana-rencana belanja modal jika tidak memberikan manfaat dalam meningkatkan penjualan atau menurunkan biaya-biaya. Lakukan analisis untung-rugi (cost and benefit) untuk meyakinkan bahwa penggunaan uang kas bakal tidak sia-sia dan memberikan return yang menguntungkan.

#3: BUAT BUKU CATATAN KEUANGAN

Bisnis tidak cukup dikelola berdasarkan ingatan, melainkan dengan catatan yang lengkap. Minimal wajib memiliki buku kas yang mencatat keluar masuknya uang. Lalu cocokkan setiap hari saldo uang dengan catatan tersebut. Ini untuk mengontrol lalu lintas uang dan memastikan tidak ada uang yang terselip. Selanjutnya tingkatkan kemampuan administrasi untuk mencatat penjualan dan biaya-biaya. Lalu, catat saldo-saldo hutang piutang, persediaan dan aset-aset tetap usaha. Jika mampu, gunakan sistem komputer untuk memudahkan proses pencatatan, lebih baik lagi jika dapat menerapkan sistem akuntansi yang memadai.

#3: HITUNG KEUNTUNGAN DENGAN BENAR

Tugas sebagai pengusaha adalah menghasilkan keuntungan, namun terkadang tidak tahu berapa keuntungan yang didapat. Bagian yang paling kritikal dalam menghitung keuntungan adalah menghitung biaya-biaya.

Sebagian besar biaya bisa diketahui karena melibatkan pembayaran uang tunai. Sebagian yang lain tidak berupa uang kas, seperti penyusutan dan amortisasi. Sebagian lagi belum terjadi namun perlu dicadangkan untuk dikeluarkan di masa mendatang, seperti pajak dan bunga pinjaman.

#4: PUTAR ARUS KAS LEBIH CEPAT

Jangan hanya berpusat pada keuntungan. Manajemen keuangan meliputi juga bagaimana mengelola hutang, piutang dan persediaan barang dagangan. Yang perlu diperhatikan yaitu bagaimana memutar kas. Usahakan termin penjualan kredit sama dengan pembelian kredit, sehingga tidak menumpuk dalam bentuk barang. Selain itu, harus mampu menekan tingkat persediaan sedemikian rupa agar tetap dapat memenuhi order namun tanpa membebani keuangan.

#5: AWASI HARTA, HUTANG DAN MODAL

Periksa secara berkala persediaan di gudang dan memastikan semuanya dalam keadaan lengkap dan baik. Namun, sebelum melakukan itu, yang diperlukan yaitu catatan administrasi yang memadai untuk mengontrol semua itu. Hal yang sama perlu dilakukan terhadap piutang-piutang kepada pembeli dan tagihan-tagihan dari supplier. Jika tidak mampu melakukan semua itu sendiri, sewa pekerja bagian keuangan dan menetapkan prosedur keuangan yang cukup untuk memastikan bahwa harta kekayaan usaha selalu terjaga dengan baik.

#5: SISIHKAN KEUNTUNGAN UNTUK PENGEMBANGAN USAHA

Pemilik usaha adalah orang yang paling berhak menikmati keuntungan, namun tak lantas menghabiskannya begitu saja. Tetap harus menyisihkan sebagian keuntungan untuk pengembangan usaha. Salah satu tugas penting manajemen keuangan adalah menjaga kelangsungan hidup bisnis dengan mendorong dan mengarahkan investasi ke bidang-bidang yang menguntungkan.

Semakin besar dan luas bidang usaha, semakin kompleks pengelolaan keuangan suatu usaha. Ketika usaha melibatkan kreditor dan investor, maka semakin tinggi tuntutan untuk mempunyai sistem pencatatan keuangan yang baik. Keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjual, melainkan juga mengatur keuangan. Semoga tips dasar manajemen keuangan ini bermanfaat dan dapat diterapkan agar usaha tetap jaya.

Apa manfaat akuntasi dan laporan akuntasi?

  • Penilaian kinerja usaha dan sebagai bahan evaluasi untuk yang akan datang.
  • Berguna sebagai dasar pertimbangan pembelian bahan baku untuk produksi dan alat-alat produksi.
  • Keputusan mengenai harga, misalnya penentuan harga jual, banting harga, kenaikan harga barang/jasa, dan lain-lain.
  • Mengajukan permohonan pembiayaan kepada bank.
  • Untuk pengembangan usaha, kepu-tusan untuk membuka atau menutup cabang.
  • Penambahan dan pengembangan sumber daya manusia, meningkatkan penghasilan karyawan, pemberian bonus kepada karyawan.
  • Penyusunan anggaran untuk periode berikutnya.
  • Penambahan aset usaha.
  • Promosi usaha.

Di samping itu, dengan melek akuntansi dan keuangan, maka diharapkan UKM bisa dengan cepat untuk dapat “naik kelas”, setidaknya bisa memenuhi syarat agar usaha dapat dinilai visible, feasible dan bankable bagi perbankan untuk memberikan pinjaman/melakukan pendanaan:

  • Dokumentasi usaha yang jelas.
  • Track record yang positif.
  • Bisnis dan arus kas yang positif.[]

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Manajerial Keuangan untuk UKM". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Fachmy Casofa | @fachmycasofa

Managing Editor Virala.id. Writer of best seller national book, Habibie Tak Boleh Lelah dan Kalah!, Founder Satria Foundation and Epixplay Karya Indonesia | www.fachmycasofa.com or fachmycasofa@gmail.com for more creative collaboration.

Silahkan login untuk memberi komentar