Kisah Pertemuan Saya dengan Jimmy Ahyari, Apoteker Pendulang Dolar, dan Apa yang Bisa Kita Pelajari Dari Suksesnya

Sosok

2.4K
Seorang blogger, memang selalu berangkat dari background yang bermacam-macam. Tidak selalu seorang blogger adalah mereka yang jago dalam hal tulis-menulis, ataupun pula mereka yang sekolah maupun paham persoalan IT. Tetapi, setelah saya kenalan dengan beberapa blogger, saya menarik sebuah kesimpulan, bahwa rata-rata seorang blogger adalah mereka yang berangkat dari rasa ingin berbagi tidak peduli dari latar belakang apa mereka berasal.

SOSOK - Namanya adalah Jimmy Ahyari. Awalnya, saya tidak tahu beliau ini siapa. Serius, saya bisa-bisanya tidak tau dengan orang seterkenal beliau. Tapi dalam sebuah acara yang saya lupa tepatnya kapan. Waktu itu diadakan mataharimall.com bersama para blogger di kota Jogjakarta, saya jadi tahu siapa Mas Jimmy ini.

Bertindak sebagai narasumber, Mas Jimmy membagikan kisahnya sebagai seorang blogger yang kini cukup sukses sebagai seorang blogger pendulang dolar.

Dengan gayanya yang santai, serta pembawaanya yang penuh humor, Mas Jimy bercerita bahwa beliau mengenal blog dari seorang pembicara yang ketika itu mencantumkan alamat Wordpress-nya. Berawal dari pembicara inilah Mas Jimy lantas mencari tahu .com itu apa?

“Saya mengetik di Google: wordpress.com. Di Google, bukan di browser adress-nya ya,” ujarnya seolah menekankan bahwa di tahun itu Mas Jimmy benar-benar buta soal apa itu blog. Kompak para blogger tertawa melihat ekspresi lugunya berbicara.

Pada masa awalnya membuat blog, Mas Jimy mengisi blognya dengan berbagi tugas-tugas semasa kuliah. Kala itu, Mas Jimmy tidak pernah memperhatikan statistik, beliau hanya memperhatikan bagaimana cara menghias sebuah blog.

“... seperti membuat bagaimana mouse jadi gambar Pikachu lah. Begitu klik kanan petir keluar… ” Akunya membuat para blogger tertawa, antara lucu dan tersindir. “ … kalau musim Desember turun salju lah,” lanjutnya membuat kami makin ngakak. Yeah, dulu blog model hiasan macem-macem begni, begitu booming.

Namun, berawal dari kegemarannya mempercantik inilah, Mas Jimmy menjadi suka untuk mengotak-atik blog hingga akhirnya ia menemukan blog lain yang mengatakan bahwa blog itu bisa menghasilkan uang dengan cara pengunjung banyak dan juga SEO. Mas Jimmy lantas mulai mengecek statistiknya dan mendapati bahwa blognya memiliki banyak sekali pengunjung.

“Betapa senangnya, blog kita banyak yang baca dan memiliki banyak komentar. Rasa senang kala itu masih terasa sampai sekarang,” ujarnya penuh haru meskipun kemudian mengaku bahwa kini ia justru takut dengan komentar karna kini banyak yang berisi spam.

Don't judge a book by its cover.

Mungkin pepatah bijak ini sangat sesuai untuk menggambarkan seperti apa mas Jimmy. Jangan pernah meremehkan seseorang hanya berdasarkan tampilannya semata. Kira-kira seperti itu arti penjelasannya. Ya, sosok Mas Jimmy yang berambut gondrong dan sama sekali nggak terlihat ada keren-kerennya apalagi cakep-cakepnya ini, pendapat saya sebagai seorang perempuan, hehe, siapa sangka adalah sosok laki-laki yang sukses sebagai seorang affiliater marketer. Menariknya lagi, pendidikan beliau tidaklah sembarangan. Mas Jimmy adalah seorang lulusan apoteker.


Baca juga: Tertarik Bekerja secara Remote? Ini 3 Keuntungan yang Harus Kamu Tahu


Demi fokus menjadi seorang blogger, sekaligus demi supaya memiliki banyak waktu dengan istri dan anak-anaknya, Mas Jimmy akhirnya memutuskan untuk resign dari pekerjaannya yang waktu itu beliau menjabat sebagai Apoteker Penanggung Jawab Distributor merangkap kepala logistik yang tentu saja gajinya pastilah sudah lumayan untuk ukuran apoteker.

Sejak resign, Mas Jimmy resmi menjadi pengangguran. Namun tentu saja, pengangguran banyak duit.

Bercerita lebih lanjut, Mas Jimmy sempat membuat kami terbahak lagi dengan ceritanya ketika didatangi petugas sensus ekonomi. Mas Jimmy pernah dikira pegawai warnet lantaran saat ditanya bekerja di mana beliau menjawab di Internet. Akibatnya, petugas itu hanya sebentar mengunjungi Mas Jimmy sementara para tetangganya yang kebanyakan berprofesi sebagai pegawai, lebih lama dikunjungi petugas sensus tersebut.


Perjalanan Sukses

Perjalanan ngeblog Mas Jimmy cukup berliku. Pada awalnya, Mas Jimmy menggunakan platform wordpress, namun setelah tahu Wordpress yang zaman dahulu tak boleh pasang iklan, akhirnya beliau menggunakan Blogspot. Namun, bahasa Wordpress yang cenderung menggunakan PHP dan CSS agak berbeda dengan Blogspot yang cenderung ke Java dan XML, membuat Mas Jimmy merasa tak mahir. Akhirnya, beliau memutuskan untuk tetap menggunakan Wordpress dengan membeli domain dan menempatkannya di hosting gratisan. Yang terjadi selanjutnya adalah, pengunjung blog Mas Jimmy meledak dan membuat hosting-nya terkena suspend.

Lebih parahnya, blog Mas Jimmy dihapus oleh si penyedia hosting. Maka seluruh tulisan antara 2007-2008 hilang, tanpa mas Jimmy memiliki backup-nya. Karena saat itu, beliau tidak tahu bagaimana cara mem-backup sebuah blog.

Tapi Mas Jimmy tak berputus apa, meskipun kecewa, ia mengkopi satu persatu blog miliknya yang sudah terhapus dari cache-nya Google. Sejak saat itu, Mas Jimmy belajar, bahwa yang gratisan tidak dipakai.

Mas Jimmy selanjutnya bersedia membeli hosting. Ia memilih hosting yang murah. Namun malang, dua bulan kemudian, hosting-nya jebol. Saat Mas Jimy mengkonfirmasi si penyedia hosting untuk meminta backup, Mas Jimmy tidak mendapakannya. Karena rupanya data center-nya yang rusak.

Belajar kembali dari pengalamannya, akhirnya Mas Jimmy membeli hosting dengan harga $10 per bulan. Ketika itu blog beliau sudah menghasilkan uang hingga pihak bank bersedia untuk mengeluarkan kartu kredit untuknya yang masih bestatus sebagai mahasiswa.

Bagi mas Jimmy, yang punya latar belakang sakit hati dengan yang gratisan maka beliau berpesan yang intinya:

“Kalau mau mendapatkan penghasilan dari blog. Jangan mengandalkan yang gratisan!”

Meskipun, Mas Jimmy tahu, bahwa ada juga orang-orang yang bisa berpenghasilan walaupun hanya menggunakan sumber blog gratisan.

Menunjukkan keseriusannya terjun total sebagai blogger. Lebih tepatnya blogger pemburu dolar, Mas Jimmy mengaku bahwa beliau memiliki begitu banyak blog yang masing-masing dari blog tersebut ia catat menggunakan Excel seperti email, user, pasword, juga IP addres-nya.

Sepanjang workshop beliau, saya hanya geleng-geleng kepala. Membatin penuh tanya, “Kok ya ada orang yang model begini?”

Lebih jauh, Mas Jimmy melanjutkan workshop-nya dengan membagi caranya berburu duit dari affiliate. Prinsip yang ia terangkan adalah :

Analyze, Create, Content, Traffic, dan Revenue.

Analyze adalah meliputi bagimana kita memilih kata kunci yang tepat yang banyak dicari dari suatu topik.

“Hindari kata kunci yang high competition atau low comision,” pesanya. “Kalau low competition, low comition nggak masalah. Karna low… low.. low… nanti jika digabung menjadi segunung. Namun, biasanya ini hanya di topik teknologi. ”

Saya garuk-garuk kepala kurang mengerti maksudnya. Saya hanya paham ketika Mas Jimmy bilang hindari keyword-keyword yang no 1 di Google adalah Wikipedia.

Tentang Create & Content, Mas Jimmy lebih berpesan tentang jangan membangun blog dengan asal-asalan. Memperhatikan nama domain, authority site, meta tag, serta perlunya fondasi-fondasi dalam membuat artikel.

Untuk mengangkat satu topik, Mas Jimmy ini mengaku bisa membuat 5-10 artikel sebagai fondasi. Selain itu, LSI (Latex Symantex Index) atau istilah gampangnya kalimat terkait, juga penting dalam membangun konten.

Pembicaraan yang berat seputar SEO bukanlah hal yang ringan menurut saya. Untungnya, ya, Mas Jimy ini cukup ahli membuatnya menjadi terdengar sederhana. Meskipun, sebagai newbie saya tetap saja kurang ngeh.

Soal trafik, Mas Jimmy menekankan tentang pentingnya suatu backlink, ataupun link social bookmark. Tool-tool jahat untuk membuat backlink otomatis ada banyak, namun katanya, salah-salah, tool-tool itu hanya akan membuat blog menjadi tenggelam karena terdeteksi kejahatannya oleh Google. Mekipun lebih susah, akan tetapi backlink natural tetap akan bisa didapat selama konten itu bagus. Kira-kira seperti ini yang bisa saya tangkap dari uraiannya.

“Bedakan selalu, money set dan personal set!” pesannya lebih lanjut.

Yang membuat saya geleng-geleng kepala adalah Mas Jimmy ini membangun blog dengan model per kloter. Jadi misal dalam sebulan beliau membangun 10 blog, ini yang ia sebut sebagai kloter pertama. Beberapa bulan berikutnya membangun blog lagi sebagai kloter kedua. Begitu seterusnya. Lantas selanjutnya, dianalisis kloter mana yang paling banyak visitor. Nah habis itu baru dioptimasi berdasar kloter yang terlaris. Dan hebatnya, blog-blog itu saat ditanya cara membangunnya, Mas JImmy mengaku blog-blog tersebut dibangun dengan tidak copy-paste.

Langkah-langkah ngeblog Mas Jimmy ini bagi saya terasa begitu ribet.

Ya pada akhirnya Mas Jimmy membagikan kunci suksesnya yang lebih bisa saya cerna yaitu: kerja, kerja, doa, kerja, kerja, doa, doa, doa.

“Kerja tanpa doa, kita ini apalah ya tanpa campur tangan tuhan” ujarnya bijak.

Di akhir sesi, Mas Jimmy memberi quotes yang cukup so sweet seperti ini:

“Mastah atau newbie itu tidak masalah. Yang paling penting, abah, dan amak bahagia”

Yeah, quotes yang aneh, lucu, tapi maknanya dalem dan bikin semangat kalau menurut saya.

Jimmy Ahyari. Salah satu blognya bisa diintip di: http://jim.my.id


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kisah Pertemuan Saya dengan Jimmy Ahyari, Apoteker Pendulang Dolar, dan Apa yang Bisa Kita Pelajari Dari Suksesnya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Fubuki Aida | @fubukiaida

penyuka jalan-jalan, dan sangat ingin keliling dunia. Kamu bisa pula mampir kemari http://gubugkecilsangentung.net

Silahkan login untuk memberi komentar