Jika Semua Media Sosial DIblokir, Inilah 3 Kemungkinan yang Akan Terjadi Padamu

Industri Kreatif

photo credit: telset

1.5K
Ketika sesuatu sudah merasuk terlalu dalam di kehidupan, maka ketika sesuatu itu hilang kehidupan pun akan terasa pincang

Di zaman ini, media sosial sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Kamu pasti pernah belajar kalau kebutuhan dasar manusia terdiri atas pangan, sandang, dan papan. Bukan tidak mungkin jika akhirnya kebutuhan dasar manusia itu perlahan akan berubah menjadi pangan, sandang, papan, pesbukan, dan twitteran.

Hingga kemudian datang sebuah kabar yang mengejutkan para pengguna media sosial di tanah air. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi resmi memblokir Telegram. Pemerintah memblokir aplikasi layanan instant messenger tersebut karena Telegram dituding banyak disalahgunakan oleh kelompok-kelompok radikal atau teroris. Hal ini pun menambah panjang daftar aplikasi atau layanan media internet yang diblokir oleh pemerintah.

Dan yang lebih mengejutkan lagi, pihak Kemkominfo juga menyatakan bahwa media-media sosial lainnya semacam Facebook, Twitter, hingga YouTube juga sangat mungkin untuk ikut diblokir. Wah, gawat dong!

Pernahkah kamu membayangkan seandainya pemerintah benar-benar menutup semua media sosial? Jika itu sampai terjadi, mungkin hal-hal seperti ini yang akan kamu alami.


1.Kamu marah lalu melakukan demonstrasi besar-besaran

photo credit: tumeke.blogspot

Ketika manusia tidak mampu memenuhi salah satu kebutuhan dasarnya, maka akan terjadi ketdakseimbangan dalam hidupnya. Berhubung media sosial sudah menjadi kebutuhan manusia di zaman modern, maka ketiadaan media sosial akan terasa seperti hilangnya sumber makanan. Kamu merasa hampa hingga kemudian kamu pun kesal dan marah karena media sosial yang selama ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kamu tiba-tiba harus hilang dari genggaman. Lalu kamu bergabung dengan orang lain yang sama-sama marah dan lantas melakukan aksi demontrasi menuntut pemerintah mengembalikan semua akses media sosial.


2. Kamu menjadi pengangguran

Pada awalnya media sosial dipakai sebagai sebuah sarana komunikasi. Namun seiring waktu berjalan, media sosial kemudian dimanfaatkan sebagai tempat untuk mencari uang. Kamu pasti sudah tidak aneh dong melihat orang-orang menggunakan media sosial sebagai tempat berjualan? Jika kamu adalah salah yang memanfaatkan media sosial untuk mencari uang (entah itu dengan berjualan, menjadi vlogger, dan menjadi buzzer) dan kemudian media sosial diblokir sampai tak bersisa, maka pilihan yang kamu punya hanya ada dua: 1. Cari pekerjaan lain, 2. Menjadi pengangguran.


3. Kabar baiknya, kamu bisa katakan selamat tinggal pada berita HOAX

photo credit: Devumi

Satu hal menyedihkan tentang media sosial adalah bahwa akhir-akhir ini media sosial sering digunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab sebagai tempat untuk menyebarkan berita-berita palsu alias hoax. Selain berita hoax, oknum-oknum ini juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan fitnah dan kebencian terhadap pihak-pihak tertentu. Jika selama ini kamu terganggu atau bahkan pernah dirugikan akibat berita-berita hoax dan fitnah-fitnah keji, maka dengan pemblokiran seluruh media sosial, kamu bisa sedikit bernafas lega. Kalau dipikir-pikir bisa jadi ini adalah salah satu alasan pemerintah rajin melakukan pemblokiran.

BACA JUGA


Sebelum Telegram, Deretan Aplikasi dan Situs Ini Pernah Kena Blokir Juga!

Sebelum Telegram, Deretan Aplikasi dan Situs Ini Pernah Kena Blokir Juga!

Aplikasi Telegram mengikuti jejak para pendahulunya dengan mendapat blokir dari pemerintah

Read more..

Ketiga hal di atas hanyalah sedikit dari banyak kemungkinan yang akan terjadi seandianya segala jenis media sosial benar-benar diblokir pemerintah.

Menurut kamu, apalagi yang bakal terjadi ketika semua media sosial diblokir?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jika Semua Media Sosial DIblokir, Inilah 3 Kemungkinan yang Akan Terjadi Padamu". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ludi Mauliana | @ludimauliana

Silahkan login untuk memberi komentar