Jika Kamu Terpaksa Berhutang, Jangan Abaikan 7 Poin Penting Ini!

Gaya Hidup

photo credit: iMoney

528
Supaya orang lain tidak sebal sama kamu, perhatikan etika-etika ini saat kamu hendak berutang.

Segala sesuatu di hidup ini tidak bisa selalu berjalan seperti yang kamu inginkan. Termasuk dalam hal keuangan. Kadangkala, kamu terjebak dalam sebuah situasi dimana kamu membutuhkan uang sementara di saat yang sama dompetmu dalam keadaan hampa. Maka, piihan paling logis untuk mengatasi keadaan tersebut adalah dengan berutang.

Berhubung berutang adalah salah satu bentuk interaksi antar manusia, maka kamu tidak boleh bersikap sembarangan saat berutang pada orang lain. Sebagai mahluk berakal dan beradab, ada etika-etika tertentu yang harus kamu junjung ketika kamu akan berhutang.


1. Jangan berutang banyak-banyak

photo credit: iMoney

Kamu memang boleh berutang namun perhatikan seberapa besar jumlah uang yang ingin kamu pinjam. Seandainya kamu berniat berutang dengan jumlah yang sangat besar dari teman atau saudara, pikirkan dulu keadaan mereka karena bisa jadi mereka tidak bisa menyediakan uang sejumlah yang kamu harapkan.


2. Jangan jadikan sebagai kebiasaan

photo credit: hotcoursesabroad

Kebiasaan berutang yang terlampau sering akan menimbulkan citra yang kurang baik bagi kamu. Hingga akhirnya, orang-orang pun akan berusaha menghindar saat kamu bertemu dengan mereka. Sebab, mereka berpikir bahwa kamu mendatangi mereka pasti untuk berutang lagi.


3. Beri tahu kapan kamu akan mengembalikannya

photo credit: Dawghoused

Etika penting dalam berutang adalah memberitahukan pada orang yang kamu utangi kapan kamu akan mengembalikan uang mereka. Berusahalah untuk melunasi utangmu di tanggal yang telah kamu janjikan.


4. Selalu berikan kabar

photo cedit: Shutterstock

Terkadang, kamu mengalami kesulitan melunasi utangmu dan menyadari kalau kamu tidak akan bisa membayarnya tepat waktu. Jika demikian, berikan kabar kalau kamu butuh perpanjangan waktu untuk melunasi utang tersebut. Selain menunjukkan itikad baik, memberi kabar pada pemberi utang juga bertujuan agar mereka tidak merasa cemas, khawatir, atau berpikir kalau kamu tidak akan pernah melunasi utang.


5. Jangan galak saat ditagih

credit: Madjongke

Salah satu fenomena aneh yang terjadi saat ini adalah seseorang bisa berubah garang ketika utangnya ditagih. Maka di dalam masyarakat pun timbul istilah “yang berutang lebih galak daripada yang diutangi”. Hal ini merujuk pada sikap seseorang yang berubah pemarah dan agresif saat utangnya ditagih. Mereka seakan tidak terima saat ditagih dan merasa dipermalukan sehingga menunjukkan sikap tidak terpuji tersebut.

Omong-omong, apakah kamu juga sering galak saat utangmu ditagih?


6. Berusahalah melunasi meski sedikit-sedikit

credit: Pete The Planner

Bila kebetulan kamu mempunyai uang lebih, maka segeralah pakai untuk membayar utang meski uang tersebut tidak cukup untuk langsung melunasi utangmu. Hal ini patut kamu lakukan untuk meringankan beban utangmu sekaligus menghindarkan kamu dari menggunakan uang lebih tersebut untuk hal-hal tidak berguna.


7. Ucapkan terima kasih

photo credit: Goodnet

Setidaknya kamu harus mengucapkan terima kasih pada kondisi-kondisi berikut:

  1. Saat diberikan utang
  2. Saat permintaan perpanjangan waktumu dikabulkan
  3. Saat kamu diperbolehkan membayar secara mencicil
  4. Saat utangmu sudah lunas

Kamu harus tahu bahwa selain urusan cinta dan kekuasaan, hubungan antar manusia juga bisa rusak karena persoalan utang. Jadi, berutanglah dengan baik dan benar.

BACA JUGA


Tampak Sederhana, Kebiasaan Memberi Miliki 5 Dampak Istimewa Ini!

Tampak Sederhana, Kebiasaan Memberi Miliki 5 Dampak Istimewa Ini!

Banyak orang yang berpikir bahwa kalau memberi salah satu penghambat kamu menjadi kaya. Tapi tenang, berikut ada manfaat bagi kamu yang suka ...

Read more..

Kalau kamu punya pengalaman unik baik sebagai pengutang atau pemberi utang, kolom komentar siap menerima ceritamu.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jika Kamu Terpaksa Berhutang, Jangan Abaikan 7 Poin Penting Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ludi Mauliana | @ludimauliana

Silahkan login untuk memberi komentar