Bagaimana Saya Mengatur Energi Kreativitas untuk Menyelesaikan Pekerjaan Kantor Lebih Efisien

Kerja

7.7K
Bagaimana menghabiskan jam yang sama namun bisa menghasilkan karya yang berbeda? Saya terus bertanya tentang hal itu. Dan jawabannya kutuangkan di sini.

KERJA - Bagaimana bisa kita berhasil merampungkan sebuah pekerjaan hanya dua jam, sedangkan pada lain waktu membutuhkan empat jam, padahal bobot kesulitan pekerjaan sama?

Bagaimana bisa seperti itu, dan mengapa?

Jawabannya adalah karena kita fokus dan mengerahkan 100% kemampuan pada dua jam tersebut. Energi benar-benar kita curahkan. Sedangkan yang empat jam, kita hanya mencurahkan energi sebesar 50% saja. Tentu hasilnya berbeda, bukan?

Waktu lama tidak bisa dijadikan tolak ukur produktivitas.

Seperti orang yang sibuk, belum tentu dia itu produktif. Lalu, bagaimana caranya memberdayakan energi agar pekerjaan bisa maksimal?




Pertama, sadar penuh dan hadir utuh pada pekerjaan tersebut. Fokus dan satukan antara pikiran, raga, dan hati. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh teman saya yang seorang praktisi mindfulness, Adjie Silarus. Bahwa, hadirnya seluruh pikiran dan badan pada pekerjaan saat itu, akan membuat pekerjaan lebih cepat selesai.

Kedua, jangan menunda-nunda. Pada kenyataannya, menunda-nunda pekerjaan takkan menghadirkan apapun, selain dua hal negatif.

Pertama, pekerjaan yang tak pernah diselesaikan. Kedua, penyesalan. Di sinilah pentingnya skala prioritas.

Selesaikan dulu pekerjaan paling sulit, sehingga yang mudah akan terasa enteng. Hajar dulu pekerjaan paling menyebalkan, hingga sisanya terasa ringan.

Mau tidak mau, pekerjaan tersebut harus diselesaikan, bukan? Makanya, tangani yang tersulit dulu. Semakin baik kita mengelola energi, semakin banyak hal bermutu yang bisa kita selesaikan dalam hidup.

Ini infografis ketika kita berhasil menggunakan energi seratus persen pada pekerjaan tertentu.




Bagaimana bila ketika ingin menyelesaikan sebuah pekerjaan tetapi dihadang oleh mood yang sedang tidak menentu?

Jawaban paling sederhana dan manjur adalah jangan tunggu hingga kamu siap untuk take action. Tetapi, take action-lah, supaya kamu siap.

Jangan mengandalkan mood, karena sesuatu yang sifatnya ‘tak jelas’ seperti mood memang tak bisa diandalkan kapan datangnya.

Dia bukan pacarmu yang bisa di-mention dulu kapan mau datang. Bisa janjian dulu kapan akan ketemuan. Mood bahkan fana. Sangat fana. Jangan terlalu mengandalkan sesuatu yang tak kelihatan seperti itu.

"Tetapi, keadaanku benar-benar sulit! Aku takkan sanggup melakukan ini semua!" Ah, alasan akan selalu ada dalam keadaan apapun, bagi yang lemah niat dan buruk semangat.

Semua orang di dunia ini merasakan yang namanya situasi sulit. Manusiawi. Semua orang pernah merasakannya, yang membedakannya adalah penyikapannya. Baiklah, kita ilustrasikan, yak.

Bayangkan kamu dimasukkan ke dalam sebuah ruangan kosong nan gelap selama tiga jam. Apa yang akan kamu lakukan?

Marah-marah, gedor-gedor pintu, pukul-pukul tembok? Atau, justru berdiam diri, melakukan aktivitas reflektif? Atau, memilih tidur saja?




Kamu adalah tuan atas kehidupanmu sendiri. Kamu bebas memilih apa yang akan kamu lakukan. Berpikirlah positif. Situasi sesulit apapun pasti menyimpan celah untuk bisa kamu atasi. Itulah mengapa disebut dengan mengatasi masalah, karena kamu harus berada di atasnya, untuk kemudian kamu hancur leburkan masalah tersebut dengan sepatumu.

Bila berjumpa masalah sulit, pikiran positif yang bisa kamu kembangkan ada tiga.

Pertama, DO. Hal apa yang masih bisa kamu lakukan dari situasi tesebut.

Kedua, GET. Hal apa yang bisa kamu dapatkan dari situasi tersebut.

Terakhir, BE. Hal terbaik apa yang masih bisa kamu kreasikan dari situasi tersebut.



Kalau saya sih, daripada mengutuki kegelapan, mengapa tidak melakukan saja tendangan maut ke kaca jendela. Di luar sana ada cahaya, kok. Iya, kan?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bagaimana Saya Mengatur Energi Kreativitas untuk Menyelesaikan Pekerjaan Kantor Lebih Efisien". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Fachmy Casofa | @fachmycasofa

Managing Editor Virala.id. Writer of best seller national book, Habibie Tak Boleh Lelah dan Kalah!, Founder Satria Foundation and Epixplay Karya Indonesia | www.fachmycasofa.com or fachmycasofa@gmail.com for more creative collaboration.

Silahkan login untuk memberi komentar