Brasil Blokir WhatsApp, Apa Sebabnya?

Kabar

761
WhatsApp adalah aplikasi pesan untuk smartphone dengan basic mirip BlackBerry Messenger. WhatsApp Messenger merupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa biaya SMS, karena WhatsApp Messenger menggunakan paket data internet yang sama untuk email, browsing web, dan lain-lain.

Marcel Montalvao, seorang hakim di Brasil, menjatuhkan vonis untuk memblokir layanan pesan instan WhastApp selama 72 jam di Brasil. Hal ini diketuk palu, karena WhatsApp dianggap menolak kerja sama dengan polisi dalam hal sebuah penyelidikan narkotika.

Bloomberg melaporkan bahwa pemblokiran itu bermulai sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Dan nahasnya, operator telekomunikasi yang tidak mendukung upaya tersebut, alias tidak ikut memblokir WhatsApp, akan dikenakan sanksi sebesar $143.000 per harinya!

Padahal, menurut laporan dari pihak WhatsApp, ada sekitar 100 juta pengguna aktif di Brasil yang menggunakan layanan tersebut, karena memang WhatsApp memiliki banyak keunggulan dibandingkan layanan sejenis lainnya. Yang mengherankan lagi adalah, Hakim tersebut bahkan memerintahkan penangkapan wakil presiden Facebook di Amerika Latin, Diego Dzodan. Yah, WhatsApp memang telah menjadi bagian dari Facebook, sejak akusisi yang menggemparkan itu.

Tetapi, Diego Dzodan, mengatakan bahwa WhatsApp beroperasi secara terpisah, dan Dzodan tentu saja tidak memiliki kontrol penuh atas data yang dimiliki WhatsApp.

Akibat pemblokiran ini, para pengguna WhatsApp kemudian tentu saja mencari alternatif lain, dan imbasnya adalah naiknya pengguna Telegram di Brasil.

Baca juga: 7 Formula Agar Kamu Terus Teraliri Sense of Creativity

Semoga pemblokiran WhatsApp tidak terjadi di Indonesia, mengingat kemudahan dan fitur yang ditawarkan WhatsApp sangat memudahkan kita untuk berkomunikasi.




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Brasil Blokir WhatsApp, Apa Sebabnya?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Zahra Elhumaira | @zahraelhumaira

Traveler, creative enthusiast, master of ceremony.

Silahkan login untuk memberi komentar