6 Langkah "Normal is Boring" Ini Bisa Membantumu Menjaring Ide Setiap Hari

Industri Kreatif

18.7K
"Cara terbaik untuk memiliki ide yang baik adalah memiliki banyak ide." -Linus Pauling

Ide itu jinak-jinak merpati kadang ketika kita nggak mencari, ehh dia datang sendiri. Tapi ketika butuhin, dia kadang terbang kemana-mana, susah nangkapnya.

Apapun pekerjaannya, manusia itu membutuhkan ide guna membuat pekerjaannya selesai. Seorang penulis, membutuhkan ide untuk menghasilkan karya, seorang pengusaha membutuhkan ide untuk membuat inovasi produknya, seorang programmer membutuhkan ide untuk memecahkan masalah kodingannya dan masih banyak lagi contohnya.

Bagi orang-orang yang bergerak di industri kreatif terutama, kehabisan ide adalah suatu petaka. Setiap hari pesaing terus saja bertumbuh mereka datang dengan ide-ide segar, karena itu mereka membutuhkan orang-orang yang kreatif dengan ide sampai banjir-banjir. Karena bagaimanapun, tanpa ide kreatif karya cenderung akan monoton.

Apapun yang kita lakukan, kecemerlangan lintasan pikiran kita yang disebut ide ini sungguh diperlukan. Nah, guna supaya kita menemukan ide ketika lagi mentok. 6 langkah ala-ala Ira Lathif dalam salah satu bukunya Normal is Boring ini mungkin bisa kita coba!

1. Kembali ke Jiwa Kanak-Kanak

Anak-anak adalah makhluk yang kreatif. Mereka kerap kali melakukan hal-hal aneh. Kadangkala sibuk bicara sendiri lantaran sibuk dengan dunia khayalnya. Lain waktu, dengan imajinasinya mereka menjadikan kain sebagai rambut panjang, menjadikan selimut sebagai tenda, menjadikan pulpen dan kertas sebagai pondasi rumah-rumahan. Dan masih banyak lagi hal-hal aneh yang mereka lakukan yang sebenarnya itu indikasi bahwa anak-anak itu kreatif. Sebuah penelitian di Amerika pun menunjukkan bahwa kadar kreativitas anak usia 5 tahun lebih besar dengan angka 95% dibandingkan orang dewasa yang hanya 2.



Ada beberapa hal dari kanak-kanak yang bisa kita tiru untuk menemukan ide. Ira Lathif mencontohkannya beberapa:

Antusias+spontan, imajinatif, suka mencoba hal baru, berani bermimpi besar, berani menerima tantangan, banyak bertanya, mau menerima siapa saja tanpa curiga, serta tidak pusing dengan komentar orang

Mungkin mengembalikan jiwa kanak-kanak perlu kita coba. Tapi mengembalikan jiwa kanak-kanak jangan lantas disamakan dengan kekanak-kanakan itu sendiri ya! Seperti salah satu kalimat dalam buku ini:

“Be childlike, not childish!”

2. Lakukan Hal Berbeda Setiap Hari

Membiasakan diri melakukan hal-hal yang berbeda setiap hari ternyata mampu membuat kita menemukan ide. Contoh sederhana yang Ira Lathif sarankan untuk dilakukan adalah ketika kita mencari makan. Setiap hari, selalu usahakanlah mencari tempat makan yang berbeda. Karena dengan cara seperti ini akan banyak hal-hal baru yang akan kita temui.

Siapa tahu, dari situlah ide itu bakalan muncul.

Ide itu bertebaran dimana-mana tergantung seberapa jeli kita menangkapnya.

3. Lakukan Hal Berbeda dari Orang Lain

“Terkait kreativitas, menjadi berbeda itu istimewa. Berbeda itu ASET. That’s why, normal is boring.”

Salah satu kalimat dalam buku ini.



Rasanya mendidik diri untuk melakukan hal yang berbeda dari orang lain bisa melatih kita untuk mendapatkan ide unik yang tak akan sama dengan orang lain. Ira mencontohkan kreatifitas sederhana dari sebuah kartu nama. Tidak ada keharusan sebuah kartu nama itu dibuat kotak. Maka, membuatnya memiliki bentuk yang lain adalah salah satu ciri kreatif yang bisa kita lakukan.

4. Mengubah Perspektif

Melihat berbagai hal dari beragam sudut pandang rasanya cukup cemerlang untuk kita memancing ide. Ketika saya masih kecil, saya pernah membaca sebuah cerpen tentang dua orang anak yang memiliki nilai sama besar di kelas. Karena kedua anak ini tidak terima nilainya sama, mereka meminta sang guru untuk menentukan juara 1 dan 2. Sang guru bingung. Tapi kemudian dia membuat sebuah kompetisi menyusun puzzle dari potongan kertas membentuk sebuah tulisan. Awalnya anak-anak ini bingung. Selain potongan kertas yang tidak beraturan, mereka pun tak tahu tulisan apa yang harus mereka rangkai.

Tapi kemudian salah satu anak ini tersenyum girang. Ia kemudian dengan cepat menyelesaikan soal dari gurunya ini dan dinyatakan sebagai juara 1. Setelah ditanyai bagaimana caranya. Si anak menjawab, bahwa ia tidak menyusun huruf-huruf itu, tetapi ia menyusun gambar peta dibelakangnya.

Ini adalah salah satu contoh bagaimana sudut pandang bisa membantu kita menyelesaikan sesuatu.



Berbicara tentang perspektif, Ira Lathif memberikan contoh bagaimana seorang Panji Pragiwaksono memasarkan karyanya. Alih-alih mengirimkan karya tulisannya ke penerbit dan mengirimkan rekamannya ke perusahaan rekaman. Panji justru menerbitkan e-book tulisannya sendiri dengan judul "Nasional Is Me". Baru setelahnya sebuah penerbit justru baru menerbitkannya menjadi sebuah buku. Ini sebuah perspektif berbeda dari sebuah pemasaran.

5. Leave You Comfort Zone

Dalam pembahasan ini Ira mengangkat Joko Anwar, seorang sutradara film yang sebelumnya adalah seorang wartawan film yang suka mengkritik film. Suatu hari, Joko Anwar menerima tantangan Nia Dinata untuk membuktikan kemampuannya agar tak hanya menjadi seorang kritikus film saja. Joko anwar bersedia menjadi partner Nia menjadi penulis skenario film tahun 2003. Dan 2004 nya untuk pertama kalinya ia menyutradai film pertamanya “Janji Joni” yang cukup mendapatkan pujian dari para kritikus film.

Joko Anwar adalah contoh seorang yang berani meninggalkan zona nyamannya untuk mengejar passion-nya. Seorang pengkritik film yang menjadi pembuat film.




Adakalanya sebuah ide memang akan datang justru ketika kita tidak berada dalam kondisi yang nyaman dan aman. Sudah berapa kali coba cerita-cerita sukses para pengusaha yang justru melejit disaat mereka dalam kondisi sulit. Maka alangkah relevannya kalimat banyolan ini

“The power of kepepet.”

6. Menghilangkan Beragam Hambatan

Hambatan di bawah ini adalah yang disampaiakan Ira bisa membelenggu kreativitas. Kalau kreativitas kita terbelenggu. Maka secara otomatis ide kita pun akan sulit keluar. Yuk cek apakah kita sedang mengalami ini:

- Membuat hambatan bagi diri sendiri

- Takut dianggap bodoh

- Judgemental, mengevaluasi terlalu cepat

- Merasa sudah tau banyak

- Dan menutup hati.

Nah, sekarang, selamat menjaring ide, ya!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "6 Langkah "Normal is Boring" Ini Bisa Membantumu Menjaring Ide Setiap Hari". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Fubuki Aida | @fubukiaida

penyuka jalan-jalan, dan sangat ingin keliling dunia. Kamu bisa pula mampir kemari http://gubugkecilsangentung.net

Silahkan login untuk memberi komentar