1001 Cara Dapatkan Ide Menulis yang Berpotensi Viral

Berkarya

21.2K
Catat! Tips di bawah ini akan membantu kamu membuat artikel yang kamu tulis jadi viral di sosial media.

Kita pasti ingin artikel yang kita tulis dibaca banyak orang. Pula juga menjadi viral di sosial media. Itu karena ada kepuasan tersendiri bila artikel yang kita tulis banyak orang yang baca, dan meng-share diakun sosial medianya. Memberi semangat untuk terus menulis.

Namun, sayangnya label viral tidak datang semudah itu. Bikin artikel yang menjadi viral bukan sekedar membuat judul artikel yang menarik, paragraf pertama yang greget, maknanya dalam, ada narasumber dan berdata valid, sajian artikel yang mengalir, dan ada gambar serta video yang menguatkan. Ide yang diangkat harus juga penting dan relate dengan banyak orang. Sehingga menarik minat banyak orang.

Dan di tahap ini, banyak orang yang kurang menyadari dan kurang tahu bagaimana mencari ide berpotensi viral.

Oleh karena itu, pertanyaannya sekarang: sudahkah topik artikel yang kamu tulis selama ini penting dan relate bagi banyak orang?

Sudah? Okesip, bagus kawan! Tapi, kalau mencari ide yang berpotensi viral, sudahkah kamu tahu cara-caranya? Bagaimana? Masih terbatas?

Bila jawabannya ‘iya’, tenang saja.

Di bawah ini sudah terkumpul cara mendapatkan ide berpotensi viral yang bisa kamu jadikan referensi. Bacalah sampai habis agar kamu tahu mana cara yang cocok untukmu.

Ulas yang Sedang Dipelajari

Ini ialah cara yang paling gampang. Ya, kamu hanya perlu mengulas apa yang kamu pelajari saat ini – apapun itu. Misal, kamu sedang membaca novel best seller-nya serial Supernova karya Dee. Nah, itu bisa jadi bahan tulisan kamu.

Ceritakan saja apa pelajaran yang kamu bisa ambil dari cerita di dalamnya, atau kamu juga bisa menuliskan kutipan-kutipan inspiratif dari novel itu.

Dengan label best seller atau orang banyak mengetahui, daya tarik artikel kamu sudah tinggi, dan sangat mungkin banyak orang yang baca.

Menyangkut Kebutuhan Utama Semua Orang

Apa yang ada dibenak kamu setelah membaca kalimat di atas? Apakah hal yang menjadi prioritas banyak orang? Bila iya, tepat sekali. Mantap! Mencari ide lewat cara ini ialah berusaha mengangkat topik menjadi prioritas bagi banyak orang. Lebih dalam, kebutuhan utamanya, seperti relationship entah percintaan maupun pertemanan, karier, kesehatan atau diet.

Untuk penyajiannya, kamu bisa dengan how to article, menjabarkan sisi manfaat atau menghindari yang bisa menggangu terkait topik yang kamu angkat.

Pilihlah tema yang srek buat kamu tulis. Contoh, kamu ingin mengangkat topik: sukses di bawah umur 30. Kamu bisa memberi panduan atau langkah-langkah yang harus dilakukan. Atau dari sudut pandang lain, yakni mengungkap hal-hal yang harus dihindari dan bisa mengagalkan seseorang mencapai sukses di usia muda.

Bagaimana..., sudah punya bayangan sisi menariknya kedua artikel itu?

Pencerahan

Yup! Rasanya tidak perlu dijelaskan lagi kan mengenai ini. Tuliskan saja pencerahan yang kamu dapatkan selama ini. Apakah saat mendengar bos kamu cuap-cuap saat meeting, mendengar ahli di bidang tertentu bicara di radio, film yang kamu tonton, lagu yang kamu dengar--yang bikin kamu selalu dengarkan ulang, puisi, kutipan inspiratif--yang kamu jadikan penyemangat, atau mitos-mitos yang ada di dalam masyarakat yang kamu anggap keliru dan perlu diluruskan.

Bila kamu sudah memilih apa yang kamu tulis. Pastikan topik yang kamu angkat ialah minat banyak orang juga. Sebab, semakin banyak orang merasa relate dengan artikel yang kamu tulis, potensi untuk mereka share di akun sosial medianya makin besar.

Trending Topic di Twitter

Ah, saya yakin kamu sudah tahu ini. Kamu hanya perlu mencari apa yang sedang bahan perbincangan di Twitter--dengan melihat di kolom search. Kemudian, mengangkat sisi lain dari berita itu. Untuk teknisnya, kamu bisa wawancara dengan narasumber terkait, ahli dari kasus yang sedang ramai, atau literatur.

Namun demikian, sebaiknya pilih-pilih dulu topik yang kamu angkat. Carilah topik yang sekiranya bisa bertahan lama lebih dari seminggu.

Tentu kamu tidak mau kan artikel yang kamu buat gampang “basi”?

Baca Headline Koran

Ini mungkin agak repot, tapi hal ini efektif. Mengapa? Pasalnya, semakin topik artikel yang diangkat menyangkut nasib banyak orang, makin gampang orang tertarik membaca tulisan kita. Itu minimal ya. Belum lagi bila makna yang kamu tulis berlapis-lapis kaya rainbow cake. Pasti orang tidak akan mikir dua kali untuk meng-share di sosial media atau bahkan aplikasi chatting.

Bagaimana cara mendapatkan ide lewat cara ini?

Mengutip laman Writer Digest, kamu bisa menyajikan fakta baru atau sisi lain dari artikel yang sudah diangkat. Selain headline koran untuk menjadi ide menulis, kamu juga bisa mencari inspirasi dari majalah.

Dengan karakteristik mengupas topik dengan mendalam, pasti kamu dapat ide menulis dari artikel itu.

Ulas Buku Recommended

Bisakah membuat artikel yang vital tidak mengacu pada yang sedang hits di masyarakat? Bisa! Ya, topik biasa pun bisa menjadi viral. Dan itu bisa Anda lakukan dengan me-review buku yang banyak direkomendasikan banyak orang atau toko buku. Sebab selagi ide yang diangkat “bikin orang tambah keren”, pasti ada saja yang baca. Demikian seperti dikutip dalam laman Valueble Content.

Di samping itu, jangan lupa juga “mencolek” akun sosial media penulisnya saat mempromosikan artikel itu di akun sosial media milikmu. Karena, tak jarang penulis itu bakal me-repost link artikel kamu, apakah di akun blog, di Twitter atau Facebook-nya.

Jawablah Kegelisahan yang Ada di Masyarakat

Maksud dari ‘jawablah’ ini ialah merespons fenomena yang terjadi di masyarakat. Apakah di lingkungan bekerja atau tinggal, maupun efek kebijakaan dari pemerintah.

Pasti kita punya kegelisahan, kan? Nah, itulah sumber tulisan kamu.

Setelah itu, pastikan tulisan kamu “berisi”. Artinya, kita menulis artikel dalam sudut pandang konstruktif, datanya valid, dan ada narasumbernya. Supaya apa yang kita tuangkan dalam artikel kita memberi nilai baru terhadap suatu topik.

Hari-Hari Besar

Setiap bulan selalu ada acara besar atau hari-hari besar. Contoh, bulan November ada Hari Pahlawan Nasional, Hari Diabetes Nasional dan Hari Guru. Dan ..., ya, itu adalah bahan kita untuk menulis artikel. Kita tinggal pilih saja.

Studi Kasus

Merasa tidak familiar dengan cara ini? Ya, tapi ini nyatanya bisa kita jadikan bahan untuk menulis. Misal, Anda bisa mencari orang yang sukses menjalani bidangnya dan menjadikannya sebagai nara sumber. Akan lebih greget, bila kisah orang tersebut ada fase jatuh dan bangun, seperti roller coster.

Kritik Opini

Cara ini biasanya sering kita temukan di rubrik opini di dalam koran. Kita membaca sebuah artikel yang merupakan respon dari sebuah komentar publik figur mengenai suatu topik. Namun, sebaiknya carilah nara sumber popularitasnya sudah dikenal secara nasional. Supaya saat kamu menanggapi artikel itu, lalu kamu share di portal platform sharing, katakanlah Kompasiana, banyak orang yang baca.

Respons Kesimpulan Survei

Ya, ini hampir mirip dengan cara dengan mengkritik opini. Perbedaannya hanya terletak pada objek, yakni kesimpulan survei. Di sini biasanya penulis akan menyampaikan respons terkait pandangannya terhadap hasil survei atau penelitian.

Campurkan Saja!

Terakhir, kamu bisa mencoba menggabungkan beberapa cara mendapatkan ide diatas. Tujuannya agar topik yang kamu angkat benar-benar bisa memiliki dua unsur, yakni penting dan ada pengaruhnya bagi orang banyak.

Nah sekarang bagaimana? Masih bingung mencari ide menulis? Nggak lagi dong, ya kan.

Dan, kira-kira mana cara mencari ide bakal kamu coba?

Share di kolom komentar, ya.[]


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "1001 Cara Dapatkan Ide Menulis yang Berpotensi Viral". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


qalbinur nawawi | @qalbinurnawawi

a reader, lifestyle journalist, and freelance writer. | email: nawawi.qalbinur@gmail.com

Silahkan login untuk memberi komentar